– Metro Ethernet tawarkan fleksibilitas Indonesia memasuki transisi ke Telco 2.0

JAKARTA: Penyedia layanan-termasuk operator telekomunikasi-di Indonesia memasuki tahapan awal transisi menuju model Telco 2.0.

Model baru ini memadukan� prinsip Web 2.0 dengan teknologi serta layanan berbasis protokol Internet. Kehadiran teknologi baru itu ditandai dengan penggelaran banyak layanan yang melibatkan berbagai aplikasi dan jenis konten.

Varid Airlangga, Solution Manager Access & Data Network Alcatel Lucent Indonesia, menuturkan operator atau penyedia jasa kini berada pada tahap transformasi menuju model Telco 2.0,� yaitu transformasi yang populer dikenal secara internasional.

“Saat ini sudah ada perhitungan dari operator yang mengarah pada Telco 2.0, di antaranya memerhatikan personalisasi dalam layanan dan jejaring sosial. Di sisi jaringan, transformasi ke all-IP [Internet protocol] menjadi bagian dari proses,” ujarnya kemarin.

Varid menyimpulkan langkah operator itu didorong oleh perkembangan yang ada di antaranya cara berkomunikasi yang berubah dari tradisional menjadi Internet berkecepatan tinggi menuju Web 2.0,� yaitu era di mana Internet yang menjadi platform bukan lagi jaringan.

Menurut dia, Internet berevolusi dari konten biasa menjadi konten video atau IPTV telah memacu operator mengembangkan jaringannya sekaligus melihatnya sebagai peluang yang dianggap perlu dikelola dengan baik.

“Ini membutuhkan bandwidth dan performa sehingga mereka bertransformasi menuju all IP,” jelasnya.

Varid menilai operator menghadapi sejumlah tantangan di antaranya kecukupan bandwidth, performa, kualitas layanan, skalabilitas, keandalan, dan keamanan. “Tantangan ini dalam jaringan yang terintegrasi dijawab dengan Metro Ethernet yang memungkinkan akses broadband menjadi optimum dan mampu membantu operator menyediakan layanan triple play [suara, data, dan video] bersamaan,” paparnya.

Menurut Varid, dengan Metro Ethernet, operator dapat menjamin kualitas pengalaman pelanggan (quality of experience) dalam mengantarkan layanan broadband kepada korporasi melalui jaringan privat virtual yang didukung IP, memberdayakan base station menuju jaringan IP, menjamin kualitas layanan melalui penerapan backhaul bergerak dan menghantarkan layanan triple play ke pelanggan residensial serta menangani layanan Internet berbasis IP.

Metro Ethernet

Dia mengatakan layanan triple play merupakan kebutuhan komunikasi yang komprehensif dan hanya didapat� dengan berlangganan satu jenis media koneksi saja. Sebagai contoh, dengan berlangganan IPTV, konsumen dapat menikmati komunikasi data seperti Internet berkecepatan tinggi, telepon atau video conference pada saat yang bersamaan.

Menurut dia, Metro Ethernet dapat dimanfaatkan operator di jaringan tetap (fixed) maupun nirkabel dan tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan yang sangat tergantung pada komunikasi data seperti untuk siaran video saja tetapi untuk penyimpanan data dan backup, e-learning, dan voice over IP.

Jaringan Metro Ethernet diklaim dapat menyalurkan Internet berkecepatan 10.000 Mbps atau 10 Gbps dalam jangkauan 50 km. Keunggulan lainnya dari teknologi itu adalah kemudahan pakai karena berbasis pada platform IP yang sudah memasyarakat.

Saat ini solusi Metro Ethernet Alcatel Lucent sudah digunakan 200 penyedia jasa layanan di lebih dari 90 negara dan mayoritas layanan Metro Ethernet di Indonesia diklaim didukung teknologi Alcatel-Lucent.

Sejumlah solusi jaringan carrier Ethernet itu di antaranya berbasis 7750 Service Router, 7450 Ethernet Service Switch, 7250 Service Access Switch dan 7705 Service Aggregation Router. (roni.yunianto@bisnis.co.id)���

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: